P4050615

SISWA-SISWI “BULE” RAMAIKAN TPS

 

Surabaya Kamis (5/4), Tidak seperti biasanya kali ini suasana kantor TPS tampak ramai dengan anak-anak berkewarganegaraan asing yang ternyata sedang melakukan kunjungan di PT Terminal Petikemas Surabaya atau TPS. Kunjungan 22 siswa sekolah Surabaya Intercultural School (SIS) tersebut diterima langsung oleh Operations Director PT TPS, Rodrigo Sanchez.

Dalam kesempatan tersebut, Rodrigo menjelaskan gambaran umum tentang Pelabuhan kepada anak-anak tersebut, dimana Terminal Petikemas Surabaya merupakan pintu gerbang pengiriman barang dari/ke dalam maupun luar negeri.

 “Baju yang kalian gunakan, gadget ataupun komputer dan semua kebutuhan kalian, dikirim/diterima ke/dari luar pulau dan bahkan luar negeri dengan menggunakan petikemas yang diangkut oleh kapal, dan turun/berangkat di Terminal Petikemas Surabaya,” ungkap Rodrigo.

Siswa yang rata-rata anak seorang ekspatriat tersebut tampak antusias menyimak dan bahkan menjawab setiap pertanyaan yang diajukan Rodrigo. Pertanyaan dan ungkapan polospun terlontar, seperti yang ditanyakan gadis kecil asal Amerika, Riish, dia menanyakan apakah kapal Titanic sandar di Terminal Petikemas Surabaya.

Dua orang pegawai TPS, April dan Betsy, pada kesempatan tersebut juga memberikan gambaran tentang pelabuhan kepada para siswa, memutarkan video animasi Napo, dimana dalam video tersebut menggambarkan pentingnya melindungi diri dari bahaya dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) seperti helm, rompi dan sepatu safety.

 

Setelah itu mereka juga diajak berkeliling dunia menggunakan alat peraga berupa media peta/map, mainan kapal-kapalan dan miniatur salah satu alat Bongkar muat yakni Reach Stacker. Betsy dan April memberikan ilustrasi tentang perputaran pengiriman barang via laut dengan menggunakan alat peraga tersebut, yakni bagaimana kapal membawa banyak petikemas yang berisi barang-barang, berlayar di perairan samudera dunia menuju ke atau berangkat dari pelabuhan di Terminal Petikemas Surabaya.

 

Tidak hanya mendapatkan penjelasan di dalam ruangan saja, tetapi mereka juga diajak berkeliling ke terminal melihat kapal yang sesungguhnya yang sedang sandar, melihat tumpukan petikemas, dan alat-alat bongkar muat di pelabuhan.

 

Kahumas TPS, M. Solech menyampaikan bahwa TPS akan selalu terbuka menerima kunjungan-kunjungan dari sekolah-sekolah maupun universitas, “Kami akan senang mengenalkan dunia kepelabuhanan kepada para generasi muda, karena ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap dunia pendidikan khususnya di Indonesia,” ungkap Solech.